Pengendara Di Bawah Umur


Kecelakaan di Indonesia semakin tahun semakin bertambah dan tahukah anda bahwa penyumbang kecelakaan tertinggi yaitu sepeda motor. Seperti dilansir dalam dephub.go.id, bahwa kecelakaan di Indonesia pada tahun 2011, 72% melibatkan sepeda motor. Sedangkan berdasarakan penelitian The Children's Hospital of Philadelphia and State Fams Ensurance Companies di Amrik, bahwa terjadi 800 kasus kecelakaan melibatkan pengendara remaja 75% diantaranya disebabkan oleh kelalaian remaja itu sendiri.

Remaja di bawah umur 17 tahun memiliki kemampuan scanning atau mengamati daerah di sekitarnya yang masih rendah. Keadaan yang diamati ini bukan cuma apa yang ada di depannya, tapi juga yang ada jauh di depan kendaraan serta kedua sisi kendaraan. Hasil studi membuktikan, 21% dari kasus kecelakaan yang melibatkan pengendara remaja disebabkan oleh kurangnya kemampuan mendeteksi dan merespon kemungkinan bahaya yang ada di sekitarnya.

Menurut neuropsikolog, Elizabeth Sowell, seperti dirilis kembali oleh Satlanta Polres Cimahi, pada remaja dibawah 17 tahun, bagian otak yang disebut  lobus frontal belum tumbuh secara sempurna. Lobus frontal ini adalah bagian otak yang mengatur perencanaan, pengorganisasian, dan antisipasi. Hal tersebut berarti, kemampuan melakukan hal-hal yang dimaksud masih lemah. Padahal, untuk dapat berkendaraan dengan aman di jalan raya, kemampuan yang diatur oleh lobus frontal sudah harus berfungsi secara maksimal. Dengan demikian, menyadarkan diri tentang konsekuensi buruk yang dapat dihadapi.


Dengan bukti-bukti diatas kenapa banyak orang tua entah itu pejabat, seleb, atau apa, masih tega 'melepas' anak kesayangan kedalam kejamnya lalu lintas yang berisi bermacam-macam orang dengan karakteristik masing-masing, yang tentu saja sangat membahayakan anak-anak, bagi pengendara yang cukup umur saja berbahaya apalagi dibawah umur... Jangan atas dasar sayang, kalian para orang tua tega membiarkan anak berbuat seenaknya yang dapat membahayakan nyawa mereka. Justru kita sebagai orang tua harus tegas, harus rela meninggalkan kata-kata lemah lembut demi keselamatan anak-anak. Demi keselamatan bersama. Biarkan anak-anak kalian menyebut kalian (orang tua) kejam, pelit, dll, yang terpenting sebagai orang tua dapat menjaga anak-anak dengan baik. Toh, mereka akan menyadarinya sendiri.


Maka dari itu, sepeda motor bukan untuk anak dibawah umur. 
Ayo Budayakan Tertib Lalu Lintas



Komentar

Postingan Populer