Apa bedanya Komunikasi Interpersonal, Publik, dan Massa?
Assalamu'alaikum Wr Wb
Ada yang tau macam-macam komunikasi? Ada bermacam-macam jenis komunikasi. Diantaranya Komunikasi Interpersonal, Massa,
dan Publik. Ada yang tahu? Pasti banyak yang tahu kan? Nah, disini saya hanya
akan menjelaskan ulang kepada yang belum tahu tentang bedanya komunikasi
interpersonal, massa, dan public. Langsung saja baca dibawah ini. Kalau ada
yang salah atau ada yang kurang bisa komen dibawah, yaa..
Apa sih bedanya Komunikasi Interpersonal, Massa, dan
Publik?
1. Komunikasi
Interpersonal
Komunikasi Interpersonal adalah komunikasi
antar muka yang memungkinkan setiap orang menerima dan memberi reaksi kepada
orang lain. Biasanya terjadi antara dua orang atau lebih. Setiap orang bisa
menjadi penerima maupun pemberi informasi baik secara verbal atau non-verbal,
formal ataupun non-formal.
Contoh:
Perbincangan antara PanglimaTentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
2. Komunikasi
Massa
Komunikasi Massa adalah komunikasi
yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah), atau
elektronik (e-paper, televisi, radio), berbiaya relatif mahal, yang dikelola
oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah
besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan heterogen.
Pesan-pesannya bersifat umum disampaikan secara cepat, serentak, dan selintas.
Contoh: Batalyon Korps Taruna PKTJ
mengelola blog Batalyon PKTJ untuk membagikan informasi berkaitan dengan
kegiatan Taruna PKTJ Tegal. Blog sendiri merupakan media massa digital/elektronik,
untuk saling berbagi informasi lewat dunia maya atau internet.
3. Komunikasi
Publik
Komunikasi Publik adalah komunikasi
antar seseorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak), yang tidak
bisa dikenali satu persatu. Komunikasi ini sering juga disebut dengan pidato,
ceramah, atau kuliah umum.
Komunikasi ini biasanya berlangsung
lebih formal dan lebih sulit daripada komunikasi antarpribadi atau komunikasi
kelompok, karena komunikasi publik menuntut persiapan pesan yang cermat,
keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah besar orang. Daya tarik fisik
pembicara bahkan sering merupakan faktor penting untuk menentukan efektivitas
pesan, selain keahlian dan kejujuran pembicara.
Contoh: Rapat tentang kebutuhan dana terkait program kerja Batalyon PKTJ Tegal. Disini rapat diadakan secara formal dimana pembicara Taruna Madya (Angkatan 25) I Dewa Gede Tantara Tesa Putra (Kabid Pendidikan, Kesehatan, dan Publikasi Batalyon PKTJ), menyampaikan program kerjanya di depan peserta rapat.
Nah, itu dia bedanya. Mohon maaf kalau ada yang kurang atau salah. Kritik dan saran saya tunggu di komen bawah yaa... Terima kasih
Wassalamu'alalaikum Wr Wb





Komentar
Posting Komentar